BANYUMAS — Desa Wisata Melung di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Desa Wisata Nusantara 2025. Penghargaan tingkat nasional tersebut memperkuat posisi Melung sebagai desa wisata yang berhasil menggabungkan potensi alam, kearifan lokal, serta inovasi teknologi dalam pengembangannya.
Terletak di lereng Gunung Slamet, Desa Melung dikenal dengan lanskap perbukitan hijau, hutan, serta udara pegunungan yang sejuk dan bersih. Kondisi geografis dataran tinggi membuat desa ini menjadi tujuan wisata bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana tenang jauh dari kebisingan kota.
Jejak Sejarah dan Asal-usul Nama
Sejarah Desa Melung dikaitkan dengan tokoh Syech R. Abdulrahman yang dipercaya sebagai pendiri desa. Nama “Melung” sendiri diyakini berasal dari kisah perjalanan prajurit R. Kamandaka yang mendengar suara kokokan ayam panjang dan keras menyerupai bunyi “melung-melung”. Wilayah asal suara tersebut kemudian dikenal dengan nama Melung.
Pada masa kolonial, Melung merupakan kawasan perkebunan kopi yang cukup luas. Potensi sumber daya alam di wilayah ini mendorong pembangunan PLTA Ketenger pada 1928, yang menjadi salah satu tonggak awal perkembangan infrastruktur di kawasan tersebut. Secara administratif, wilayah Melung masuk Kecamatan Kedungbanteng sejak sekitar tahun 1955.
Panorama Gunung Slamet Jadi Daya Tarik
Bentang alam Desa Melung didominasi perbukitan, hutan, dan lahan pertanian. Suhu udara yang cenderung sejuk sepanjang hari, kabut tipis di pagi hari, serta pemandangan hijau menjadikan desa ini cocok untuk wisata alam dan kegiatan luar ruang. Keasrian lingkungan menjadi salah satu kekuatan utama yang terus dijaga masyarakat setempat.
Pagubugan, Ikon Wisata Desa
Salah satu destinasi unggulan di Melung adalah kawasan wisata alam Pagubugan. Area ini menawarkan panorama sawah bertingkat dengan latar perbukitan serta gubuk-gubuk kecil yang tersebar di sekitar persawahan. Lokasinya berada di kaki Gunung Slamet, sekitar 18 kilometer dari pusat kota.
Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga dapat memanfaatkan kolam renang yang bersumber dari mata air alami pegunungan. Untuk memasuki kawasan wisata ini, wisatawan dikenakan tiket masuk sebesar Rp10 ribu per orang.
Desa Internet dan Deretan Prestasi
Tak hanya mengandalkan alam, Melung juga dikenal sebagai desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Desa ini dijuluki Desa Internet karena jaringan internet telah menjangkau wilayah desa dan dimanfaatkan untuk mendukung promosi wisata, layanan informasi, serta aktivitas masyarakat lainnya.
Sebelum meraih penghargaan nasional, Desa Wisata Melung juga menorehkan prestasi di tingkat provinsi dengan meraih Juara Harapan II Desa Wisata Jawa Tengah 2023. Capaian tersebut menjadi pijakan penting dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Keberhasilan meraih Juara 1 Desa Wisata Nusantara 2025 dinilai sebagai hasil dari kolaborasi antara masyarakat, pengelola desa, serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa desa di kawasan pegunungan mampu berkembang sebagai destinasi wisata unggulan tanpa meninggalkan identitas alam dan budaya setempat.


Instagram
X
Facebook
0 comments:
Posting Komentar