Event Terkini

Kamis, 16 April 2026

Festival Gita Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Ajang Nasional untuk Suara Muda Penuh Cinta Tanah Air


Event Purwokerto – Sebuah panggung baru bagi generasi muda Indonesia resmi hadir melalui Festival Gita Indonesia (FGI) 2026, kompetisi menyanyi lagu kebangsaan tingkat nasional yang untuk pertama kalinya diselenggarakan tahun ini. Mengusung tema “Merajut Keberagaman, Satukan Indonesia, Melalui Nada dan Irama”, ajang ini tidak sekadar lomba vokal, tetapi juga ruang ekspresi semangat kebangsaan melalui musik.


Festival ini terbuka untuk umum, khususnya generasi muda yang memiliki kemampuan bernyanyi sekaligus kecintaan terhadap Indonesia. Pendaftaran resmi dibuka mulai 13 April 2026, dan peserta dapat mendaftar melalui tautan yang tersedia dengan memindai QR code pada materi publikasi resmi.


Penyelenggara menghadirkan FGI 2026 sebagai upaya menghidupkan kembali lagu-lagu kebangsaan di tengah generasi muda. Di era yang serba cepat dan penuh pengaruh global, ajang ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat identitas nasional melalui seni suara.


“Festival ini bukan hanya soal siapa yang paling merdu, tapi siapa yang mampu menyampaikan makna dari lagu kebangsaan dengan penuh penghayatan,” demikian pesan yang ingin disampaikan oleh penyelenggara melalui kegiatan ini.


Syarat dan Ketentuan Peserta

Bagi calon peserta yang ingin bergabung, terdapat beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) usia 16–25 tahun
  • Memiliki identitas diri yang sah
  • Tidak sedang hamil (khusus peserta wanita)
  • Wajib memiliki BPJS atau asuransi (khusus Grand Final)
  • Mampu menyanyikan lagu kebangsaan dengan baik dan benar
  • Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi

Lebih dari Sekadar Kompetisi

FGI 2026 hadir membawa misi besar: menjadikan musik sebagai medium pemersatu bangsa. Lagu-lagu kebangsaan yang sering kali hanya terdengar dalam upacara formal, kini diangkat ke panggung kompetisi dengan pendekatan yang lebih segar dan inspiratif.


Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk tampil di panggung nasional, memperluas jejaring, serta menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi.


Dengan konsep yang inklusif dan semangat kolaboratif, Festival Gita Indonesia diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang dinantikan, sekaligus melahirkan talenta-talenta muda yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.


Ayo Jadi Bagian dari Sejarah Awal

Sebagai penyelenggaraan perdana, FGI 2026 menjadi momentum penting untuk ikut ambil bagian dalam sejarah awal festival ini. Bagi kamu yang merasa memiliki suara dan semangat untuk Indonesia, ini saatnya melangkah ke panggung yang lebih besar.


Jangan lewatkan kesempatan ini. Daftarkan dirimu sekarang dan jadilah bagian dari harmoni yang menyatukan Indonesia.



#FGI2026 #FestivalGitaIndonesia


 

BIL Fest 2026: Dari Banyumas, Literasi Dihidupkan Kembali—Bukan Sekadar Dibicarakan


Event Purwokerto — Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya ritme kehidupan digital, literasi kerap terjebak menjadi sekadar aktivitas permukaan. Banyak yang membaca dan menulis, tetapi tidak semuanya benar-benar memahami. Dalam situasi itulah, Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest) 2026 hadir sebagai ruang untuk menghidupkan kembali makna literasi yang lebih dalam.


Festival ini dijadwalkan berlangsung pada 11–20 Juni 2026 di Heterospace Purwokerto, Banyumas, dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan literasi, seni, dan kreativitas dalam satu ruang kolaboratif.


BIL Fest tidak hanya menawarkan rangkaian acara, tetapi juga membawa semangat gerakan. Di tengah kecenderungan literasi yang semakin instan—serba cepat, reaktif, dan dangkal—festival ini mencoba mengajak masyarakat untuk kembali pada proses memahami: membaca dengan kesadaran, menulis dengan kejujuran, dan berdialog dengan keterbukaan.


Ruang Literasi yang Hidup

Berbeda dengan festival pada umumnya, BIL Fest tumbuh dari komunitas dan kedekatan dengan masyarakat. Hal ini menjadikannya bukan sekadar panggung seremonial, melainkan ruang hidup yang mempertemukan berbagai gagasan.


Sejumlah agenda seperti diskusi publik, pembacaan puisi, pameran seni, hingga peluncuran karya akan menjadi bagian dari festival. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk menciptakan interaksi yang hangat dan reflektif—bukan sekadar ramai, tetapi bermakna.


Dalam suasana yang semakin jarang ditemukan di ruang publik, BIL Fest berupaya menghadirkan tempat di mana orang bisa berpikir tanpa tergesa, berbicara tanpa saling menjatuhkan, dan mendengarkan tanpa prasangka.


Dari Banyumas untuk Dunia

Menariknya, festival ini lahir dari Banyumas, bukan dari pusat kota besar yang selama ini menjadi episentrum kegiatan literasi. Dari daerah inilah, BIL Fest justru menghadirkan energi yang lebih membumi—dekat dengan realitas, sederhana, tetapi kuat secara gagasan.


Kehadiran festival ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi tidak harus dimulai dari pusat. Justru dari daerah, literasi bisa tumbuh secara organik, melalui komunitas dan keterlibatan langsung masyarakat.


BIL Fest sekaligus menegaskan bahwa Banyumas tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan literasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak.


Menggeser Cara Pandang tentang Literasi

Selama ini, literasi sering dipahami secara sempit—sebatas kemampuan membaca dan menulis. Padahal, literasi memiliki makna yang jauh lebih luas: kemampuan untuk memahami, mengolah informasi, dan merespons realitas secara bijak.


BIL Fest mencoba menggeser cara pandang tersebut. Literasi tidak lagi diposisikan sebagai kewajiban formal, tetapi sebagai pengalaman yang hidup.


Melalui pendekatan yang menggabungkan seni dan sastra, festival ini menghadirkan literasi yang tidak hanya berhenti di kepala, tetapi juga menyentuh hati. Puisi, misalnya, tidak hanya dibaca sebagai teks, tetapi dihayati sebagai pengalaman. Diskusi tidak hanya menjadi ruang debat, tetapi juga refleksi.


Pendekatan ini menjadi penting di tengah kondisi masyarakat yang semakin terbiasa bereaksi cepat tanpa pemahaman yang cukup.


Ruang Tumbuh bagi Generasi Muda

BIL Fest juga memberikan perhatian khusus pada generasi muda. Di tengah derasnya arus informasi digital, anak muda sering kali memiliki akses luas, tetapi belum tentu memiliki kemampuan untuk memilah dan memahami.


Melalui berbagai program yang terbuka dan partisipatif, festival ini mendorong anak muda untuk terlibat aktif—tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai kreator. Mereka diberi ruang untuk menulis, berbicara, dan mengekspresikan gagasan.


Dengan cara ini, literasi tidak hanya diajarkan, tetapi dialami secara langsung.


Literasi dan Ekonomi Kreatif

Selain sebagai ruang intelektual, BIL Fest juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif. Dengan melibatkan pelaku seni, komunitas, dan industri kreatif, festival ini menunjukkan bahwa literasi memiliki keterkaitan erat dengan dunia kerja dan kewirausahaan.


Kemampuan bercerita, menulis, dan berpikir kreatif menjadi aset penting di era saat ini. Literasi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi berkelindan dengan kreativitas dan inovasi.


Hal ini menjadikan BIL Fest tidak hanya relevan secara kultural, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata.


Lebih dari Sekadar Perayaan

Pada akhirnya, BIL Fest 2026 bukan hanya tentang perayaan literasi selama sepuluh hari. Ia adalah ajakan untuk kembali pada esensi: memahami sebelum bereaksi, mendengar sebelum menilai, dan berpikir sebelum berbicara.


Di tengah dunia yang semakin bising, festival ini menawarkan ruang untuk jeda—ruang untuk kembali menyusun makna.


Dari Banyumas, sebuah pesan sederhana kembali digaungkan: bahwa literasi bukan sekadar untuk dibicarakan, tetapi untuk dihidupkan.


 

Selasa, 14 April 2026

Menata Ulang Cara Berpikir: Dari Overthinking Menuju “Algoritma Muhammad” di Juguran Syafaat x UMP


Event Purwokerto — Pernah merasa hidup semakin rumit karena terlalu banyak dipikirkan, tetapi justru semakin jauh dari arah yang jelas? Di tengah dunia yang serba cepat, bising, dan penuh distraksi, banyak orang terjebak dalam pola yang sama: bereaksi sebelum memahami, memutuskan sebelum menimbang, lalu kelelahan oleh pikirannya sendiri.


Fenomena overthinking hari ini bukan semata karena kurangnya jawaban, melainkan karena cara berpikir yang belum tertata. Dari kegelisahan itulah, Juguran Syafaat Edisi 157 hadir di lingkungan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), mengusung tema yang menarik sekaligus reflektif: “Algoritma Muhammad.”


Acara yang digelar pada Sabtu malam, 11 April 2026 di halaman Kantor Pusat Kampus 1 UMP ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi ruang belajar bersama yang mengajak peserta meninjau ulang cara berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.


Algoritma yang Teruji Zaman

Dalam forum tersebut, “Algoritma Muhammad” tidak dimaknai sebagai konsep teknis, melainkan sebagai pola hidup—sebuah cara berpikir dan bertindak yang meneladani Nabi Muhammad SAW. Sebuah sistem yang tidak hanya logis, tetapi juga sarat kebijaksanaan.


Pendekatan ini menekankan pentingnya membaca realitas secara jernih, memahami manusia dengan empati, serta mengambil keputusan yang adil, efektif, dan menenangkan. Dalam berbagai pembahasan, para narasumber menyoroti bahwa Nabi Muhammad telah memberikan contoh nyata bagaimana menghadapi kompleksitas kehidupan dengan ketenangan dan ketepatan.


Dari strategi perang hingga diplomasi damai, dari sistem ekonomi berbasis kepercayaan hingga tatanan sosial yang menjunjung kesetaraan—semuanya berjalan dalam satu kesatuan “algoritma kehidupan” yang utuh dan kontekstual.

Di sinilah letak relevansinya hari ini: ketika manusia modern sering kali berpikir cepat namun dangkal, sementara Nabi mengajarkan kedalaman sebelum kecepatan.


Belajar Menjadi Lebih Jernih

Juguran Syafaat kali ini tidak berhenti pada tataran wacana. Peserta diajak untuk menata ulang “algoritma diri”—membangun kembali cara berpikir yang lebih jernih, cara mengambil keputusan yang lebih bijak, serta cara menjalani hidup yang lebih tenang.


Kejernihan, sebagaimana mengemuka dalam forum, bukan soal cepatnya menemukan jawaban, tetapi kemampuan memahami persoalan secara utuh. Sementara ketenangan bukan berarti hilangnya masalah, melainkan perubahan cara pandang terhadapnya.


Dengan pendekatan yang santai namun mendalam, diskusi berlangsung hidup. Sesekali tawa pecah dari humor khas forum Maiyah, namun tetap menyisakan makna yang dalam. Para peserta—yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat umum, hingga keluarga—terlihat larut dalam suasana reflektif yang hangat.


Dari Forum ke Kehidupan

Selama 13 tahun perjalanannya, Juguran Syafaat telah menjadi ruang alternatif belajar yang mengedepankan kebersamaan, keterbukaan, dan pencarian makna. Edisi ke-157 ini menjadi penegasan bahwa semangat tersebut terus hidup dan relevan dengan tantangan zaman.


Di tengah dunia yang serba instan, forum ini justru mengajak untuk melambat sejenak—untuk membaca, memahami, dan menimbang sebelum bertindak.


Pesan yang mengemuka sederhana, namun kuat:
mungkin yang kita butuhkan bukan jawaban baru, melainkan cara berpikir yang benar.


Dengan semangat itu, Juguran Syafaat tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk bertumbuh—membangun manusia yang lebih jernih dalam berpikir, lebih bijak dalam mengambil keputusan, dan lebih tenang dalam menjalani kehidupan.


Sebuah langkah kecil, namun berarti, untuk keluar dari jerat overthinking menuju kehidupan yang lebih “chill”, lebih sadar, dan lebih bermakna.

Senin, 13 April 2026

Tropicana Slim Gelar Beat Diabetes 2026 di RS JIH Purwokerto, Dorong Edukasi dan Harapan Remisi Diabetes


 

Event Purwokerto, Tropicana Slim kembali menggelar kampanye tahunan Beat Diabetes 2026 sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait diabetes sekaligus mendorong peluang remisi melalui perubahan gaya hidup. Acara yang juga bekerjasama dengan berbagai komunitas kesehatan ini, seperti Persadia Cabang Banyumas dan kelompok Prolanis, dilaksanakan di Auditorium RS JIH Purwokerto, Minggu (12 April 2026).


Dengan tema “Beat Diabetes, Kejar Remisi”, acara serupa juga berlangsung serentak di 35 kota di Indonesia, termasuk di Purwokerto. Dan merupakan bagian dari rangkaian Road to Beat Diabetes 2026 yang telah dimulai sejak awal tahun melalui edukasi di berbagai komunitas. Pada puncak acara, masyarakat diajak mengikuti beragam aktivitas yang mendukung gaya hidup sehat, seperti cek gula darah gratis, olahraga bersama, serta sesi edukasi kesehatan.

Narasumber utama dr. Febri Kurniawati, Sp.PD-KEMD, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, menekankan bahwa diabetes, khususnya tipe 2, bukanlah kondisi akhir.


“Dengan pengelolaan yang tepat dan konsisten, penderita berpeluang mencapai remisi, yaitu kondisi ketika kadar gula darah kembali normal dan dapat dipertahankan minimal tiga bulan tanpa obat, selama pola hidup sehat dijalankan,” katanya.


Brand Manager Tropicana Slim, Noviana Halim, juga menyampaikan bahwa perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam pengelolaan diabetes. “Dengan pengelolaan yang tepat dan konsisten, diabetes dapat mencapai kondisi remisi. Ini menjadi harapan baru bagi masyarakat,” ujarnya.


Selain edukasi, acara ini juga menjadi momentum peluncuran inovasi terbaru berupa Tropicana Slim Diabtx Milk. Produk susu ini diformulasikan dengan kandungan protein tinggi, serat multifiber, serta bahan seperti habbatussauda, kromium, dan biotin yang diklaim membantu mengontrol kadar gula darah jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat.


Founder Komunitas Sobat Diabet, dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, turut menekankan pentingnya pendekatan nutrisi dalam pengelolaan diabetes. Ia menjelaskan bahwa pola makan seimbang dengan asupan serat, protein, serta mikronutrisi seperti kromium dan biotin dapat membantu menjaga kontrol glikemik dan mendukung penurunan berat badan.


Sementara itu, Lilla Syifa, seorang pejuang remisi diabetes, berbagi pengalaman pribadinya dalam menjaga pola makan. Ia menekankan pentingnya sarapan bernutrisi untuk menjaga kestabilan gula darah sepanjang hari dan mengurangi keinginan mengonsumsi makanan manis.


Melalui kampanye ini, Tropicana Slim berharap dapat terus menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Indonesia menuju hidup yang lebih sehat. Selain itu, perusahaan juga bekerja sama dengan platform e-commerce Shopee untuk memudahkan akses produk sehat melalui berbagai promo dan program gratis ongkir.


Sebagai informasi, Tropicana Slim telah lebih dari 50 tahun menghadirkan berbagai produk rendah gula, garam, dan lemak untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.


Dengan penyelenggaraan di puluhan kota, Beat Diabetes 2026 diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus menginspirasi masyarakat untuk menerapkan perubahan kecil yang konsisten demi mencegah dan mengelola diabetes.




Kamis, 05 Maret 2026

BTM Back to Moro Spesial Ramadhan Edition Hadir di Purwokerto, Bazar Pakaian Terbesar Se-Banyumas Digelar 12–18 Maret 2026

EVENT PURWOKERTO – Menyambut Ramadan dan persiapan Lebaran 2026, ajang belanja tahunan bertajuk BTM Back to Moro “Spesial Ramadhan Edition” siap digelar di EX MORO Mall Purwokerto (Expo Exmoro) pada 12–18 Maret 2026.Event ini diklaim sebagai bazar pakaian terbesar se-Banyumas dengan menghadirkan lebih dari 50 tenant dari berbagai kota.

Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB dan gratis tanpa tiket masuk (Free HTM). Pengunjung dapat berburu aneka produk fashion dengan harga mulai Rp25 ribuan, mulai dari kaos, kemeja, hijab, celana, jaket, hingga berbagai item streetwear yang tengah tren di kalangan anak muda.
50+ Seller dan Zona Kuliner Ramaikan Expo Exmoro

Tak hanya menghadirkan tenant fashion, panitia juga menyiapkan zona kuliner yang menawarkan beragam pilihan makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Konsep ini dihadirkan agar pengunjung dapat menikmati pengalaman belanja sekaligus bersantai bersama keluarga maupun teman.
“Belanjanya makin seru karena ada live music performance setiap hari selama acara berlangsung,” tulis panitia dalam keterangan resminya.
Dimeriahkan Live Music dan Komunitas Lokal

Atmosfer bazar akan semakin hidup dengan penampilan sejumlah musisi dan komunitas lokal, di antaranya Oqinawa, LDX – Joel x B2B Kimio, Puerto Rico, Bastard Boys, Serayu Klab, The Sisa, TKW Band, EGZY, UKM Master, hingga Auliyaa’s.

Acara juga menggandeng berbagai komunitas seperti Doodle Art Purwokerto, RNKD, hingga Team Skid Kuasai yang turut berkolaborasi memeriahkan rangkaian kegiatan.

Dua MC, Jijang dan Helga, dijadwalkan memandu jalannya acara setiap hari untuk menjaga interaksi dan antusiasme pengunjung.
Momentum Belanja Ramadan 2026 di Purwokerto

Dengan mengusung konsep “Back to Moro”, event ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan eks pusat perbelanjaan legendaris di jantung Kota Purwokerto. Selain sebagai ajang belanja murah, kegiatan ini juga menjadi ruang temu kreatif bagi pelaku UMKM, komunitas, hingga pecinta fashion di wilayah Banyumas dan sekitarnya.

Bagi warga Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Cilacap, hingga Banjarnegara, bazar ini bisa menjadi alternatif destinasi ngabuburit sekaligus berburu outfit Lebaran tanpa menguras dompet.

Informasi Event

Nama Event: BTM Back to Moro “Spesial Ramadhan Edition”
Tanggal: 12–18 Maret 2026
Waktu: 09.00–22.00 WIB
Lokasi: EX MORO Mall Purwokerto (Expo Exmoro)
Tiket Masuk: Gratis (Free HTM)

Masyarakat diimbau datang lebih awal, terutama menjelang akhir pekan, untuk menghindari kepadatan pengunjung.

Untuk update agenda event terbaru di Purwokerto dan sekitarnya, pantau terus kanal informasi di eventpurwokerto.com.

Sabtu, 21 Februari 2026

Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 di Purwokerto: OJK Hadirkan Lomba Kultum, Reels, Hadrah hingga Artikel

EVENT URWOKERTO – Ramadan 1447 H di Purwokerto akan semakin semarak dengan hadirnya Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 yang digelar oleh Kantor OJK Purwokerto. Rangkaian kegiatan ini berlangsung mulai 18 Februari hingga 7 Maret 2026, menghadirkan edukasi sekaligus kompetisi kreatif bernuansa syariah untuk masyarakat.

Mengusung tema “Buka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah”, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum literasi, tetapi juga ajang unjuk bakat generasi muda dan masyarakat umum di wilayah eks Karesidenan Banyumas.
Rangkaian Event Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026
Selama hampir tiga pekan, berbagai agenda menarik telah disiapkan, antara lain:

Training of Trainers (TOT) Penyuluh Agama
Roadshow Literasi Keuangan Syariah
Lomba Kultum Keuangan Syariah
Lomba Reels Keuangan Syariah
Lomba Seni Hadrah
Lomba Artikel Keuangan Syariah
Quiz Takjil Instagram
Puncak GERAK Syariah (7 Maret 2026)

Event ini terbuka untuk pelajar, santri, komunitas, organisasi Muslim, hingga masyarakat umum.

Lomba Kultum Keuangan Syariah, Wadah Dakwah Generasi Muda
Lomba Kultum menyasar peserta usia 15–20 tahun. Peserta diminta membuat video kultum berdurasi maksimal 7 menit dengan tema seperti:

Harta sebagai Amanah
Pentingnya Literasi Keuangan Syariah di Era Digital
Materi dari kumpulan khutbah keuangan syariah

🎁 Hadiah:
Juara 1: Rp1.000.000
Juara 2: Rp750.000
Juara 3: Rp500.000

Pendaftaran dibuka 18 Februari – 4 Maret 2026.

Lomba Reels Keuangan Syariah, Edukasi Kreatif di Media Sosial
Bagi generasi kreatif, Lomba Reels menjadi ajang menyalurkan ide edukatif melalui Instagram. Peserta membuat konten berdurasi maksimal 2 menit dengan topik:
Financial Health Ramadan

Mengapa Keuangan Syariah Saat Ramadan
Pengelolaan THR
🎁 Total hadiah Rp1.000.000 untuk 2 pemenang.

Lomba Seni Hadrah, Harmoni Religi dan Budaya
Kompetisi hadrah terbuka untuk masyarakat umum wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

🎁 Hadiah:
Juara 1: Rp2.500.000
Juara 2: Rp2.000.000
Juara 3: Rp1.500.000
Harapan 1 & 2: Rp500.000 per tim
Final dilaksanakan pada 7 Maret 2026.

Lomba Artikel Keuangan Syariah, Ruang Gagasan dan Literasi

Bagi penulis dan akademisi, tersedia Lomba Artikel dengan tema seperti:

Keuangan Syariah di Tengah Dinamika Ekonomi
Transformasi Industri Keuangan Syariah Indonesia
Literasi Keuangan Syariah: Tantangan dan Peluang di Daerah

🎁 Hadiah:
Juara 1: Rp1.000.000
Juara 2: Rp750.000
Juara 3: Rp500.000

Momentum Literasi Keuangan Syariah di Purwokerto

Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 menjadi bagian dari penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Melalui pendekatan edukatif dan kompetisi kreatif, OJK Purwokerto ingin mengajak masyarakat memahami pengelolaan keuangan yang lebih bijak, transparan, dan sesuai prinsip syariah.

Dengan kombinasi dakwah, seni, literasi, dan media sosial, kegiatan ini menjadi contoh bagaimana edukasi keuangan dapat dikemas secara menarik dan relevan bagi generasi masa kini.

Cara Daftar Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026
Pendaftaran seluruh lomba dibuka hingga 4 Maret 2026 melalui link resmi panitia dan QR Code yang tersedia di poster kegiatan.

Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia melalui kontak yang tersedia di media sosial resmi OJK Purwokerto.

Rabu, 18 Februari 2026

Pembukaan Pasar Ramadan UMP & Bank Indonesia Purwokerto, Siap Jadi Magnet Ngabuburit Warga

EVENT PURWOKERTO – Tradisi ngabuburit di Purwokerto akan semakin semarak dengan digelarnya Pembukaan Pasar Ramadan UMP & Bank Indonesia Purwokerto. Agenda kolaboratif antara Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Bank Indonesia Purwokerto ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

Berlokasi di Depan Kantor Pusat Kampus I Ahmad Dahlan UMP, agenda ini tak sekadar menghadirkan pasar takjil, tetapi dikemas sebagai ruang interaksi publik yang memadukan ekonomi, budaya, hiburan, dan edukasi keuangan.

Bukan Sekadar War Takjil

Pasar Ramadan UMP & Bank Indonesia Purwokerto menghadirkan bazar UMKM dengan beragam kuliner khas Ramadan, jajanan kekinian, hingga program tebus murah sembako yang ramah di kantong masyarakat.

Menariknya, transaksi di area pasar sudah mendukung pembayaran digital menggunakan QRIS, sehingga pengunjung dapat berbelanja dengan lebih praktis, aman, dan cepat tanpa perlu membawa uang tunai.
Barongsai hingga Live Music Meriahkan Pembukaan
Pembukaan Pasar Ramadan tahun ini akan dimeriahkan oleh penampilan Barongsai dari Puhua School Purwokerto, menghadirkan nuansa budaya yang atraktif dan jarang dijumpai di agenda pasar Ramadan pada umumnya.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati live music, mengikuti lomba vlog pengalaman Pasar Ramadan, serta menyaksikan berbagai penampilan hiburan yang cocok dinikmati bersama keluarga menjelang waktu berbuka.

Edukasi Sosial dan Keuangan Sekaligus
Selain hiburan, agenda ini juga memuat nilai sosial dan edukatif. Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain:

Santunan anak yatim
Donor darah
Penukaran uang
Sosialisasi program Bank Indonesia
Launching Project Wakaf

Rangkaian kegiatan tersebut memperkuat peran Pasar Ramadan sebagai ruang kolaborasi antara kampus, lembaga negara, dan masyarakat.

Cocok Jadi Destinasi Ngabuburit Favorit

Dengan konsep yang lengkap, lokasi strategis, serta agenda yang variatif, Pasar Ramadan UMP & Bank Indonesia Purwokerto diprediksi menjadi salah satu destinasi ngabuburit favorit di Purwokerto selama Ramadan 2026.

Bagi warga Purwokerto dan sekitarnya, agenda ini menjadi pilihan tepat untuk berburu takjil, menikmati hiburan, sekaligus mendukung UMKM lokal.

📌 Info Agenda Singkat
🗓 Kamis, 19 Februari 2026
⏰ 16.00 WIB – Selesai
📍 Depan Kantor Pusat Kampus I Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Sabtu, 07 Februari 2026

Banyumas Culture Festival 2026 Buka 25 Booth Tenant UMKM di Hetero Space Purwokerto


EVENT PURWOKERTO – Peluang emas bagi pelaku UMKM Banyumas Raya hadir dalam rangkaian Banyumas Culture Festival ke-455. Panitia resmi membuka pendaftaran tenant untuk mengisi area festival yang akan digelar pada 14–15 Februari 2026 di Hetero Space Purwokerto.

Sebanyak 25 booth eksklusif disiapkan bagi pelaku usaha di bidang kuliner, kerajinan, serta seni dan budaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455, yang diproyeksikan menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

Panitia menyebutkan, festival budaya ini bukan hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang promosi produk lokal. Kehadiran tenant UMKM diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kekayaan produk khas Banyumas kepada pengunjung.

Setiap peserta tenant akan mendapatkan fasilitas berupa tenda, aliran listrik, serta dua kursi. Dengan konsep festival budaya terbuka, area booth diperkirakan menjadi salah satu titik keramaian selama acara berlangsung.

Kategori usaha yang dapat mendaftar meliputi makanan dan minuman, produk kerajinan tangan, hingga pelaku seni yang memiliki karya kreatif bernilai budaya. Antusiasme diperkirakan tinggi mengingat keterbatasan jumlah booth yang tersedia.

Pendaftaran dibuka hingga kuota terpenuhi. Pelaku UMKM yang ingin bergabung dapat segera menghubungi panitia melalui kontak berikut:

📍 Lokasi: Hetero Space, Purwokerto
🗓 Tanggal: 14–15 Februari 2026

📲 Contact Person:
Maruf: +62 888-0600-8189
Lili: +62 898-9059-500

Festival ini diharapkan menjadi ajang kolaborasi antara pelaku budaya dan pelaku usaha lokal dalam satu panggung besar perayaan Banyumas.

Pertunjukan Liong & Barongsai Gratis di Indogrosir Purwokerto, Spesial Imlek dan Cap Go Meh


EVENT PURWOKERTO – Suasana perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Purwokerto akan semakin meriah dengan hadirnya pertunjukan Liong dan Barongsai di Indogrosir Purwokerto. Atraksi budaya Tionghoa ini digelar dalam dua hari berbeda dan terbuka gratis untuk seluruh pengunjung.

Pertunjukan pertama berlangsung pada Minggu, 15 Februari 2026 dengan dua sesi penampilan, yakni pukul 15.30–17.45 WIB dan 18.30–20.00 WIB. Sementara pertunjukan kedua digelar pada Minggu, 1 Maret 2026, juga dalam dua sesi, yaitu pukul 14.30–16.00 WIB dan 16.30–18.00 WIB.

Liong dan barongsai dikenal sebagai pertunjukan yang sarat makna simbolis, mulai dari harapan keberuntungan, keselamatan, hingga kemakmuran. Iringan tabuhan musik yang dinamis serta gerakan atraktif para pemain selalu menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak dan keluarga.

Kehadiran pertunjukan ini menjadi bagian dari kemeriahan pusat perbelanjaan dalam menyambut momen tahun baru Imlek sekaligus Cap Go Meh, yang identik dengan perayaan budaya, kebersamaan, dan hiburan rakyat. Pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan atraksi budaya, tetapi juga mengabadikan momen khas perayaan dengan latar suasana tematik.

Pihak penyelenggara mengajak masyarakat Purwokerto dan sekitarnya untuk datang bersama keluarga maupun sahabat, sekaligus menikmati suasana belanja yang berbeda dengan sentuhan budaya.

Jadwal Pertunjukan Liong & Barongsai Indogrosir Purwokerto:

📍 Indogrosir Purwokerto
🗓 Minggu, 15 Februari 2026
🕒 15.30–17.45 WIB & 18.30–20.00 WIB

🗓 Minggu, 1 Maret 2026
🕒 14.30–16.00 WIB & 16.30–18.00 WIB

🎟️ Gratis untuk umum

Acara ini diprediksi menjadi salah satu hiburan favorit warga selama rangkaian perayaan Imlek di wilayah Banyumas Raya.

Haflah Akhirussanah Ponpes Daarussalam Donan Cilacap Tampilkan Kesenian Kuda Kepang Ebeg Tri Utomo


EVENT PURWOKERTI - CILACAP – Kesenian tradisional Kuda Kepang (Ebeg) akan tampil dalam acara Haflah Akhirussanah TPQ, Madin, dan Ponpes Daarussalam Donan Cilacap pada Sabtu, 7 Februari 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Halaman Pondok Pesantren Daarussalam Donan, Jalan Karangsuci RT 03/RW 06, Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap.

Acara ini menghadirkan Ebeg Tri Utomo, kelompok seni kuda kepang yang dikenal aktif mengangkat pertunjukan budaya bernuansa dakwah. Pagelaran ini menjadi bagian dari perayaan akhir tahun pendidikan santri sekaligus sarana syiar Islam melalui pendekatan seni tradisional Jawa.

Dalam pementasan kuda kepang di lingkungan pesantren ini, unsur budaya lokal dipadukan dengan nilai-nilai religius. Syair dan lagu yang dibawakan kerap berisi puji-pujian, nasihat keagamaan, serta pesan moral. Kuda anyaman (kepang) yang digunakan juga memiliki simbol semangat perjuangan dan kebaikan.

Pengasuh kegiatan menyampaikan bahwa seni kuda kepang dipilih sebagai media dakwah karena dekat dengan masyarakat. Melalui pendekatan budaya, pesan keislaman diharapkan lebih mudah diterima tanpa meninggalkan identitas tradisi lokal.

Selain pertunjukan ebeg, haflah akhirussanah biasanya juga diisi penampilan santri, pembacaan doa, serta momen pelepasan siswa. Kehadiran masyarakat umum diharapkan dapat menambah semarak acara sekaligus mempererat hubungan pesantren dengan lingkungan sekitar.

Pihak penyelenggara mengajak masyarakat untuk hadir dan menyaksikan pertunjukan dengan tetap menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

Informasi acara:
📍 Halaman Ponpes Daarussalam Donan, Cilacap Tengah
🗓 Sabtu, 7 Februari 2026
🕐 Pukul 13.00 WIB – selesai
🎭 Penampil: Ebeg Tri Utomo

Seni Ebeg Kuda Kepang Meriahkan Hari Jadi Banyumas ke-455 di Embung Piasa Kulon Somagede


EVENT PURWOKERTO - BANYUMAS – Kesenian tradisional khas Banyumas, Seni Ebeg Kuda Kepang, akan menjadi tontonan utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455. Pertunjukan budaya ini digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Embung Piasa Kulon, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.

Acara ini menghadirkan kolaborasi tiga sanggar ebeg ternama, yakni Sanggar Janur Gunung, Tirto Budoyo, dan Setia Budaya. Ketiganya dikenal aktif melestarikan seni tradisi Banyumasan yang sarat unsur magis, gerak dinamis, serta iringan musik tradisional yang menghentak.

Tak hanya menampilkan atraksi kuda kepang, acara juga akan dimeriahkan oleh penampilan Lengger Indonesia, dengan deretan penari lengger seperti Anisa Lengger, Risti Lengger, dan Party Lengger. Iringan karawitan Janur Gunung akan memperkuat nuansa budaya khas Banyumas yang kental sepanjang pertunjukan.

Seni ebeg sendiri merupakan warisan budaya rakyat yang memadukan unsur tari, musik, dan pertunjukan rakyat yang penuh energi. Dalam setiap pementasannya, ebeg kerap menjadi magnet penonton karena interaksi pemain, kostum warna-warni, serta suasana khas pertunjukan rakyat yang meriah.

Pemilihan Embung Piasa Kulon Somagede sebagai lokasi acara juga memberi daya tarik tersendiri. Area terbuka ini memungkinkan masyarakat menyaksikan pertunjukan dengan suasana lebih leluasa sekaligus menikmati kebersamaan dalam perayaan hari jadi daerah.

Panitia juga mengingatkan pengunjung untuk menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Dalam pengumuman resmi disebutkan, pihak yang menyebabkan kerusuhan atau gangguan akan diminta bertanggung jawab atas biaya yang dikeluarkan panitia.

Pertunjukan ini diharapkan menjadi ruang hiburan sekaligus penguat identitas budaya lokal, terutama bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai kesenian tradisional Banyumas.

Acara terbuka untuk masyarakat dan diprediksi akan menyedot perhatian warga dari berbagai wilayah di Banyumas dan sekitarnya.

Agenda Purwokerto Februari 2026: Poundfit POUNDROCKERTO di Banyumas Culture Festival 2026


PURWOKERTO – Komunitas olahraga POUNDROCKERTO akan menggelar event spesial bertajuk “5th Years Louder – POUNDROCKERTO Selamanya Untuk Kamu” pada Minggu, 15 Februari 2026 di Hetero Space Purwokerto. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Banyumas ke-455 dalam agenda Banyumas Culture Festival 2026.

Event ini menjadi momen perayaan ulang tahun ke-5 POUNDROCKERTO yang dikenal sebagai komunitas poundfit aktif di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Mengusung konsep olahraga penuh energi dengan iringan musik ritmis, kegiatan ini dipastikan menghadirkan suasana meriah, sehat, dan penuh semangat kebersamaan.

Acara akan dimulai pukul 06.30 WIB hingga selesai. Peserta akan dipandu oleh tim instruktur, yakni DIXS Drum, PTC Dida, dan Pro Mels, yang siap membakar semangat peserta melalui gerakan poundfit menggunakan ripstix.

Tiket dan Dresscode

Panitia menetapkan harga tiket masuk (HTM) Rp50.000 per peserta. Harga tersebut sudah termasuk sewa ripstix, alat utama dalam olahraga poundfit.

Untuk menambah kemeriahan suasana, peserta diminta mengenakan dresscode nuansa Pink atau Green.

Benefit Peserta

Peserta yang mendaftar akan mendapatkan berbagai keuntungan menarik, antara lain:

🎁 Goodie Bag Ulang Tahun POUNDROCKERTO untuk seluruh peserta
☕ Mug Cantik Limited Edition “POUNDROCKERTO” khusus untuk 50 pendaftar pertama

Karena kuota terbatas, panitia mengimbau masyarakat yang berminat untuk segera mendaftar begitu pendaftaran dibuka.
Jadwal dan Cara Pendaftaran

Pendaftaran akan dibuka pada:
📅 Sabtu, 7 Februari 2026
⏰ Pukul 13.00 WIB

Pembayaran dilakukan melalui transfer ke:
BSI 2020888008 a.n Dian Dahliana

Lokasi Acara
📍 Hetero Space Purwokerto
Lokasi ini dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan kreatif dan komunitas di Purwokerto, sehingga cocok untuk event olahraga komunitas berskala besar.

Informasi Lebih Lanjut
Peserta dapat menghubungi:
📱 Admin WA: 0822-2042-0442
📷 Instagram: @poundrockerto

Dengan konsep olahraga, musik, dan perayaan komunitas, event ini diprediksi menjadi salah satu agenda poundfit terbesar di Purwokerto awal tahun 2026. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar pecinta olahraga sekaligus memeriahkan HUT Banyumas ke 455.

Kamis, 05 Februari 2026

Ebeg Beruk Budoyo Tampilkan Fragmen Tari “Sirnaning Angkara Murka” di Banyumas Culture Festival


EVENT PURWOKERTO — Kesenian tradisi yang sarat energi dan makna akan hadir dalam rangkaian BanyumasCulture Festival menyambut Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455. Salah satu sajian yang tampil adalah Ebeg Garap Fragmen Tari “Sirnaning Angkara Murka” yang dibawakan dalam kolaborasi Beruk Budoyo.


Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Februari pukul 14.00 WIB di Heterospace Purwokerto. Kolaborasi tersebut melibatkan kelompok Satria Turangga Kencana dan Turonggo Jati Pabuaran, yang dikenal aktif melestarikan kesenian ebeg dan jaranan khas Banyumas.


Fragmen tari “Sirnaning Angkara Murka” mengangkat pesan moral tentang sirnanya sifat angkara murka atau kejahatan dalam diri manusia. Tema ini divisualisasikan melalui gerak dinamis, ekspresi teatrikal, serta iringan musik tradisional yang menghentak.


Ebeg atau kuda lumping Banyumasan dalam garapan ini tidak hanya menampilkan unsur tradisi, tetapi juga pendekatan dramatik berbentuk fragmen cerita. Hal tersebut menjadikan pertunjukan lebih komunikatif dan mudah dipahami penonton, tanpa meninggalkan karakter magis dan simbolik yang menjadi ciri khasnya.


Kehadiran kolaborasi Beruk Budoyo dalam festival budaya ini memperlihatkan semangat pelaku seni daerah untuk terus berinovasi. Pementasan ini sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi generasi muda agar lebih mengenal kesenian tradisional Banyumas.


Banyumas Culture Festival menghadirkan berbagai ragam seni pertunjukan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Melalui panggung ini, ebeg tidak hanya menjadi tontonan atraktif, tetapi juga media penyampai nilai kehidupan dan identitas budaya masyarakat Banyumas.

 

Sendratari Jagabaya “Elegi Lembah Narmada” Tampil di Banyumas Culture Festival 2026


 

EVENT PURWOKERTO — Pertunjukan kolosal Sendratari Jagabaya “Elegi Lembah Narmada” menjadi salah satu sajian istimewa dalam rangkaian Banyumas Culture Festival menyambut Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455. Pentas ini menggabungkan unsur tari, teater, musik, dan dramatika panggung dalam satu pertunjukan budaya yang megah.


Pementasan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Februari pukul 20.15 WIB di Heterospace Purwokerto. Pertunjukan ini dibawakan oleh Jagabaya Nuswantara, kelompok seni yang dikenal menghadirkan karya berbasis cerita heroik dan nilai-nilai kearifan lokal.


Sendratari ini disutradarai oleh Ridwan Bungsu, dengan naskah ditulis oleh Jarot C. Setyoko. Kekuatan artistik didukung tim kreatif, di antaranya Roshvania (astrada), Pipit (produksi), Ardi Rusli (penata musik), dan Sulaiman Sumantri (penata tari). Sejumlah penampil yang terlibat antara lain Aji Citravati, Zahra Arjuna Sasra, Seno Citradarma Sapto, Hafiz Beruk, Jangsrasa, Sulaiman Darmawisesa, serta pemeran tokoh-tokoh seperti Rahwana, Godarma, Eje, Cakil, Prabu Brahola, dan Bima.


“Elegi Lembah Narmada” mengangkat kisah dramatik bernuansa epik yang sarat konflik, pengorbanan, dan nilai kepemimpinan. Balutan koreografi, tata musik, serta karakter teatrikal membuat pertunjukan ini tampil sebagai tontonan visual sekaligus refleksi nilai kehidupan.


Kehadiran Sendratari Jagabaya dalam Banyumas Culture Festival menunjukkan kekayaan seni pertunjukan daerah yang terus berkembang. Tidak hanya menampilkan tradisi, pementasan ini juga menghadirkan kemasan artistik modern sehingga mampu menjangkau penonton lintas generasi.


Festival budaya tahunan ini menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku seni Banyumas untuk menampilkan karya terbaiknya. Melalui panggung ini, diharapkan seni pertunjukan seperti sendratari semakin dikenal luas sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.