Event Terkini

Jumat, 24 April 2026

Fatayat Fest 2026 Hadir di Purwokerto, Suguhkan Ragam Kegiatan Selama Dua Hari






Fatayat Fest 2026 akan menjadi salah satu agenda menarik di bulan April dengan menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif, hiburan, hingga spiritual dalam satu event terpadu. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 24–25 April 2026 di Menara Pandang Teratai.


Hari Pertama: Perpaduan Edukasi, Kreativitas, dan Spiritualitas

Kegiatan hari pertama, Jumat (24/4), dimulai sejak pagi dengan bazar UMKM yang menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memamerkan produknya. Selain itu, terdapat lomba mewarnai yang ditujukan untuk anak-anak sebagai wadah kreativitas sejak dini.


Memasuki siang hingga sore hari, acara berlanjut dengan seminar perempuan yang mengangkat isu-isu pemberdayaan dan peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke sesi keagamaan seperti semaan Al-Qur’an.


Puncak acara hari pertama ditandai dengan “Acara Puncak Harlah” yang dilanjutkan dengan pengajian serta Banyumas Bersholawat, menghadirkan suasana hangat dan reflektif bagi para peserta.


Hari Kedua: Olahraga, Sosial, dan Hiburan Musik

Pada Sabtu (25/4), kegiatan dibuka dengan funwalk dan poundfit yang mengajak masyarakat untuk memulai hari dengan aktivitas sehat. Selain itu, tersedia juga kegiatan donor darah sebagai bentuk kontribusi sosial kepada masyarakat.


Beberapa sesi seminar turut dihadirkan, termasuk seminar kesehatan kulit yang memberikan wawasan praktis bagi peserta.


Memasuki malam hari, suasana festival akan semakin meriah dengan berbagai penampilan hiburan, di antaranya:

  • Penampilan musik dari Ghea Indrawari
  • Sendratari oleh Jagabaya Nuswantara
  • Penampilan Dion Agung
  • Grup musik Polkadots

Informasi 

Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas, mulai dari pelaku UMKM, keluarga, hingga generasi muda.


Tiket dapat diperoleh melalui platform Ziggs. Pengunjung disarankan untuk datang lebih awal agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa terlewat.


Dengan konsep yang menggabungkan edukasi, hiburan, dan nilai spiritual, Fatayat Fest 2026 menjadi agenda yang layak untuk masuk dalam daftar kegiatan akhir pekan masyarakat Purwokerto dan sekitarnya.


 

Sambut Harlah ke-92, GP Ansor Banyumas Gelar Rangkaian Kegiatan dari Turnamen hingga Pengajian Akbar


Event Purwokerto BANYUMAS — Gerakan Pemuda Ansor Cabang Banyumas menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92. Rangkaian acara ini berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari olahraga, keagamaan, hingga pelatihan peningkatan keterampilan pemuda.


Ketua panitia menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan seremonial, tetapi juga sebagai upaya memperkuat peran pemuda dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Banyumas.


Kegiatan diawali dengan turnamen badminton yang akan digelar pada 18–19 April 2026. Selanjutnya, puncak acara berupa pengajian dan sholawat akan dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026 pukul 19.26 WIB di kawasan Menara Teratai Purwokerto.


Dalam pengajian akbar tersebut, panitia menghadirkan ulama dan tokoh agama, yakni KH. Fathurrahman dan Gus Mabni Rukhama. Acara ini juga akan dimeriahkan oleh grup hadroh MDS Rudjimas serta diikuti oleh jamaah dari berbagai organisasi, seperti Muslimat NU, Fatayat, IPNU, dan IPPNU se-Kabupaten Banyumas.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Diklat Dasar (Diklatsar) Banser yang akan dilaksanakan di Kalibagor pada 8–10 Mei 2026. Selain itu, terdapat pula pelatihan paralegal pada 9 Mei 2026 sebagai bentuk peningkatan pemahaman hukum bagi anggota.


Tidak berhenti di situ, PC GP Ansor Banyumas juga menggelar pelatihan media digital pada 30–31 Mei 2026 guna meningkatkan kemampuan kader dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.


Melalui rangkaian kegiatan ini, GP Ansor Banyumas berharap dapat memperkuat soliditas kader sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Momentum Harlah ke-92 ini juga menjadi refleksi perjalanan organisasi dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kepemudaan.


 

Banyumas Gamelan Festival #2 Kembali Digelar, Hadirkan Festival hingga Konser Gamelan


Event Purwokerto - Banyumas Gamelan Festival #2 akan kembali digelar pada Sabtu, 25 April 2026, di kawasan Tamansari (yang terletak di belakang eks-kantor bupati / pendopo di Kota Lama Banyumas) Kecamatan Banyumas. Festival ini dijadwalkan berlangsung sejak pagi hingga malam hari, menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisi serta kegiatan edukatif yang terbuka untuk masyarakat.


Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan rangkaian acara pembukaan yang meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, serta sambutan dari penyelenggara. Pada sesi pagi hingga sore hari (08.00–17.00 WIB), pengunjung juga dapat menikmati pameran serta melihat langsung proses pembuatan gamelan sebagai bagian dari upaya edukasi budaya.


Selain itu, digelar Festival Gendhing-Gendhing Banyumasan yang diikuti oleh 35 grup, menampilkan karya-karya seperti Sabda Laras, Sangkaning Swara, hingga Gamelan Exhibition. Rangkaian ini menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni lokal untuk menampilkan kekayaan musikal khas Banyumas.


Memasuki malam hari, acara dilanjutkan pada pukul 18.30–19.30 WIB dengan agenda Dhaharan Rembug Rasa dan Kenduri Gamelan. Kegiatan ini menggabungkan unsur kuliner dan kebersamaan sebagai bagian dari tradisi masyarakat Banyumas.


Selanjutnya, pada pukul 19.30–20.15 WIB, pengunjung akan disuguhkan pertunjukan seni tradisional seperti Calung Lengger Banyumasan, Buncisan, dan Cowongan yang menampilkan kekayaan budaya lokal dalam bentuk pertunjukan panggung.


Rangkaian acara kemudian berlanjut pada pukul 20.15–20.30 WIB dengan sambutan serta pengumuman penyaji terbaik, termasuk kategori pesindhen dan pengendang terbaik dari festival yang telah berlangsung sebelumnya.


Sebagai puncak acara, konser gamelan akan digelar mulai pukul 20.30 hingga 23.30 WIB. Penampilan ini menghadirkan kolaborasi lintas seni seperti Aksamala, Svara Gangsa bersama Kie Tari, Seni Saba Sari, Serat Jivva, hingga kolaborasi Svara Gangsa dengan Aksamala. Puncak acara ini juga mengusung tajuk “Swara Bumi Martabat Jiwa” sebagai refleksi nilai-nilai budaya yang diangkat dalam festival.


Dengan rangkaian acara yang berlangsung sepanjang hari, Banyumas Gamelan Festival #2 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang edukasi dan pelestarian budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Festival ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai gamelan.


Kamis, 16 April 2026

Festival Gita Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Ajang Nasional untuk Suara Muda Penuh Cinta Tanah Air


Event Purwokerto – Sebuah panggung baru bagi generasi muda Indonesia resmi hadir melalui Festival Gita Indonesia (FGI) 2026, kompetisi menyanyi lagu kebangsaan tingkat nasional yang untuk pertama kalinya diselenggarakan tahun ini. Mengusung tema “Merajut Keberagaman, Satukan Indonesia, Melalui Nada dan Irama”, ajang ini tidak sekadar lomba vokal, tetapi juga ruang ekspresi semangat kebangsaan melalui musik.


Festival ini terbuka untuk umum, khususnya generasi muda yang memiliki kemampuan bernyanyi sekaligus kecintaan terhadap Indonesia. Pendaftaran resmi dibuka mulai 13 April 2026, dan peserta dapat mendaftar melalui tautan yang tersedia dengan memindai QR code pada materi publikasi resmi.


Penyelenggara menghadirkan FGI 2026 sebagai upaya menghidupkan kembali lagu-lagu kebangsaan di tengah generasi muda. Di era yang serba cepat dan penuh pengaruh global, ajang ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat identitas nasional melalui seni suara.


“Festival ini bukan hanya soal siapa yang paling merdu, tapi siapa yang mampu menyampaikan makna dari lagu kebangsaan dengan penuh penghayatan,” demikian pesan yang ingin disampaikan oleh penyelenggara melalui kegiatan ini.


Syarat dan Ketentuan Peserta

Bagi calon peserta yang ingin bergabung, terdapat beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) usia 16–25 tahun
  • Memiliki identitas diri yang sah
  • Tidak sedang hamil (khusus peserta wanita)
  • Wajib memiliki BPJS atau asuransi (khusus Grand Final)
  • Mampu menyanyikan lagu kebangsaan dengan baik dan benar
  • Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi

Lebih dari Sekadar Kompetisi

FGI 2026 hadir membawa misi besar: menjadikan musik sebagai medium pemersatu bangsa. Lagu-lagu kebangsaan yang sering kali hanya terdengar dalam upacara formal, kini diangkat ke panggung kompetisi dengan pendekatan yang lebih segar dan inspiratif.


Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk tampil di panggung nasional, memperluas jejaring, serta menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi.


Dengan konsep yang inklusif dan semangat kolaboratif, Festival Gita Indonesia diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang dinantikan, sekaligus melahirkan talenta-talenta muda yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.


Ayo Jadi Bagian dari Sejarah Awal

Sebagai penyelenggaraan perdana, FGI 2026 menjadi momentum penting untuk ikut ambil bagian dalam sejarah awal festival ini. Bagi kamu yang merasa memiliki suara dan semangat untuk Indonesia, ini saatnya melangkah ke panggung yang lebih besar.


Jangan lewatkan kesempatan ini. Daftarkan dirimu sekarang dan jadilah bagian dari harmoni yang menyatukan Indonesia.



#FGI2026 #FestivalGitaIndonesia


 

BIL Fest 2026: Dari Banyumas, Literasi Dihidupkan Kembali—Bukan Sekadar Dibicarakan


Event Purwokerto — Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya ritme kehidupan digital, literasi kerap terjebak menjadi sekadar aktivitas permukaan. Banyak yang membaca dan menulis, tetapi tidak semuanya benar-benar memahami. Dalam situasi itulah, Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest) 2026 hadir sebagai ruang untuk menghidupkan kembali makna literasi yang lebih dalam.


Festival ini dijadwalkan berlangsung pada 11–20 Juni 2026 di Heterospace Purwokerto, Banyumas, dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan literasi, seni, dan kreativitas dalam satu ruang kolaboratif.


BIL Fest tidak hanya menawarkan rangkaian acara, tetapi juga membawa semangat gerakan. Di tengah kecenderungan literasi yang semakin instan—serba cepat, reaktif, dan dangkal—festival ini mencoba mengajak masyarakat untuk kembali pada proses memahami: membaca dengan kesadaran, menulis dengan kejujuran, dan berdialog dengan keterbukaan.


Ruang Literasi yang Hidup

Berbeda dengan festival pada umumnya, BIL Fest tumbuh dari komunitas dan kedekatan dengan masyarakat. Hal ini menjadikannya bukan sekadar panggung seremonial, melainkan ruang hidup yang mempertemukan berbagai gagasan.


Sejumlah agenda seperti diskusi publik, pembacaan puisi, pameran seni, hingga peluncuran karya akan menjadi bagian dari festival. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk menciptakan interaksi yang hangat dan reflektif—bukan sekadar ramai, tetapi bermakna.


Dalam suasana yang semakin jarang ditemukan di ruang publik, BIL Fest berupaya menghadirkan tempat di mana orang bisa berpikir tanpa tergesa, berbicara tanpa saling menjatuhkan, dan mendengarkan tanpa prasangka.


Dari Banyumas untuk Dunia

Menariknya, festival ini lahir dari Banyumas, bukan dari pusat kota besar yang selama ini menjadi episentrum kegiatan literasi. Dari daerah inilah, BIL Fest justru menghadirkan energi yang lebih membumi—dekat dengan realitas, sederhana, tetapi kuat secara gagasan.


Kehadiran festival ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi tidak harus dimulai dari pusat. Justru dari daerah, literasi bisa tumbuh secara organik, melalui komunitas dan keterlibatan langsung masyarakat.


BIL Fest sekaligus menegaskan bahwa Banyumas tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan literasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak.


Menggeser Cara Pandang tentang Literasi

Selama ini, literasi sering dipahami secara sempit—sebatas kemampuan membaca dan menulis. Padahal, literasi memiliki makna yang jauh lebih luas: kemampuan untuk memahami, mengolah informasi, dan merespons realitas secara bijak.


BIL Fest mencoba menggeser cara pandang tersebut. Literasi tidak lagi diposisikan sebagai kewajiban formal, tetapi sebagai pengalaman yang hidup.


Melalui pendekatan yang menggabungkan seni dan sastra, festival ini menghadirkan literasi yang tidak hanya berhenti di kepala, tetapi juga menyentuh hati. Puisi, misalnya, tidak hanya dibaca sebagai teks, tetapi dihayati sebagai pengalaman. Diskusi tidak hanya menjadi ruang debat, tetapi juga refleksi.


Pendekatan ini menjadi penting di tengah kondisi masyarakat yang semakin terbiasa bereaksi cepat tanpa pemahaman yang cukup.


Ruang Tumbuh bagi Generasi Muda

BIL Fest juga memberikan perhatian khusus pada generasi muda. Di tengah derasnya arus informasi digital, anak muda sering kali memiliki akses luas, tetapi belum tentu memiliki kemampuan untuk memilah dan memahami.


Melalui berbagai program yang terbuka dan partisipatif, festival ini mendorong anak muda untuk terlibat aktif—tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai kreator. Mereka diberi ruang untuk menulis, berbicara, dan mengekspresikan gagasan.


Dengan cara ini, literasi tidak hanya diajarkan, tetapi dialami secara langsung.


Literasi dan Ekonomi Kreatif

Selain sebagai ruang intelektual, BIL Fest juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif. Dengan melibatkan pelaku seni, komunitas, dan industri kreatif, festival ini menunjukkan bahwa literasi memiliki keterkaitan erat dengan dunia kerja dan kewirausahaan.


Kemampuan bercerita, menulis, dan berpikir kreatif menjadi aset penting di era saat ini. Literasi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi berkelindan dengan kreativitas dan inovasi.


Hal ini menjadikan BIL Fest tidak hanya relevan secara kultural, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata.


Lebih dari Sekadar Perayaan

Pada akhirnya, BIL Fest 2026 bukan hanya tentang perayaan literasi selama sepuluh hari. Ia adalah ajakan untuk kembali pada esensi: memahami sebelum bereaksi, mendengar sebelum menilai, dan berpikir sebelum berbicara.


Di tengah dunia yang semakin bising, festival ini menawarkan ruang untuk jeda—ruang untuk kembali menyusun makna.


Dari Banyumas, sebuah pesan sederhana kembali digaungkan: bahwa literasi bukan sekadar untuk dibicarakan, tetapi untuk dihidupkan.


 

Selasa, 14 April 2026

Menata Ulang Cara Berpikir: Dari Overthinking Menuju “Algoritma Muhammad” di Juguran Syafaat x UMP


Event Purwokerto — Pernah merasa hidup semakin rumit karena terlalu banyak dipikirkan, tetapi justru semakin jauh dari arah yang jelas? Di tengah dunia yang serba cepat, bising, dan penuh distraksi, banyak orang terjebak dalam pola yang sama: bereaksi sebelum memahami, memutuskan sebelum menimbang, lalu kelelahan oleh pikirannya sendiri.


Fenomena overthinking hari ini bukan semata karena kurangnya jawaban, melainkan karena cara berpikir yang belum tertata. Dari kegelisahan itulah, Juguran Syafaat Edisi 157 hadir di lingkungan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), mengusung tema yang menarik sekaligus reflektif: “Algoritma Muhammad.”


Acara yang digelar pada Sabtu malam, 11 April 2026 di halaman Kantor Pusat Kampus 1 UMP ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi ruang belajar bersama yang mengajak peserta meninjau ulang cara berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.


Algoritma yang Teruji Zaman

Dalam forum tersebut, “Algoritma Muhammad” tidak dimaknai sebagai konsep teknis, melainkan sebagai pola hidup—sebuah cara berpikir dan bertindak yang meneladani Nabi Muhammad SAW. Sebuah sistem yang tidak hanya logis, tetapi juga sarat kebijaksanaan.


Pendekatan ini menekankan pentingnya membaca realitas secara jernih, memahami manusia dengan empati, serta mengambil keputusan yang adil, efektif, dan menenangkan. Dalam berbagai pembahasan, para narasumber menyoroti bahwa Nabi Muhammad telah memberikan contoh nyata bagaimana menghadapi kompleksitas kehidupan dengan ketenangan dan ketepatan.


Dari strategi perang hingga diplomasi damai, dari sistem ekonomi berbasis kepercayaan hingga tatanan sosial yang menjunjung kesetaraan—semuanya berjalan dalam satu kesatuan “algoritma kehidupan” yang utuh dan kontekstual.

Di sinilah letak relevansinya hari ini: ketika manusia modern sering kali berpikir cepat namun dangkal, sementara Nabi mengajarkan kedalaman sebelum kecepatan.


Belajar Menjadi Lebih Jernih

Juguran Syafaat kali ini tidak berhenti pada tataran wacana. Peserta diajak untuk menata ulang “algoritma diri”—membangun kembali cara berpikir yang lebih jernih, cara mengambil keputusan yang lebih bijak, serta cara menjalani hidup yang lebih tenang.


Kejernihan, sebagaimana mengemuka dalam forum, bukan soal cepatnya menemukan jawaban, tetapi kemampuan memahami persoalan secara utuh. Sementara ketenangan bukan berarti hilangnya masalah, melainkan perubahan cara pandang terhadapnya.


Dengan pendekatan yang santai namun mendalam, diskusi berlangsung hidup. Sesekali tawa pecah dari humor khas forum Maiyah, namun tetap menyisakan makna yang dalam. Para peserta—yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat umum, hingga keluarga—terlihat larut dalam suasana reflektif yang hangat.


Dari Forum ke Kehidupan

Selama 13 tahun perjalanannya, Juguran Syafaat telah menjadi ruang alternatif belajar yang mengedepankan kebersamaan, keterbukaan, dan pencarian makna. Edisi ke-157 ini menjadi penegasan bahwa semangat tersebut terus hidup dan relevan dengan tantangan zaman.


Di tengah dunia yang serba instan, forum ini justru mengajak untuk melambat sejenak—untuk membaca, memahami, dan menimbang sebelum bertindak.


Pesan yang mengemuka sederhana, namun kuat:
mungkin yang kita butuhkan bukan jawaban baru, melainkan cara berpikir yang benar.


Dengan semangat itu, Juguran Syafaat tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk bertumbuh—membangun manusia yang lebih jernih dalam berpikir, lebih bijak dalam mengambil keputusan, dan lebih tenang dalam menjalani kehidupan.


Sebuah langkah kecil, namun berarti, untuk keluar dari jerat overthinking menuju kehidupan yang lebih “chill”, lebih sadar, dan lebih bermakna.

Senin, 13 April 2026

Tropicana Slim Gelar Beat Diabetes 2026 di RS JIH Purwokerto, Dorong Edukasi dan Harapan Remisi Diabetes


 

Event Purwokerto, Tropicana Slim kembali menggelar kampanye tahunan Beat Diabetes 2026 sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait diabetes sekaligus mendorong peluang remisi melalui perubahan gaya hidup. Acara yang juga bekerjasama dengan berbagai komunitas kesehatan ini, seperti Persadia Cabang Banyumas dan kelompok Prolanis, dilaksanakan di Auditorium RS JIH Purwokerto, Minggu (12 April 2026).


Dengan tema “Beat Diabetes, Kejar Remisi”, acara serupa juga berlangsung serentak di 35 kota di Indonesia, termasuk di Purwokerto. Dan merupakan bagian dari rangkaian Road to Beat Diabetes 2026 yang telah dimulai sejak awal tahun melalui edukasi di berbagai komunitas. Pada puncak acara, masyarakat diajak mengikuti beragam aktivitas yang mendukung gaya hidup sehat, seperti cek gula darah gratis, olahraga bersama, serta sesi edukasi kesehatan.

Narasumber utama dr. Febri Kurniawati, Sp.PD-KEMD, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, menekankan bahwa diabetes, khususnya tipe 2, bukanlah kondisi akhir.


“Dengan pengelolaan yang tepat dan konsisten, penderita berpeluang mencapai remisi, yaitu kondisi ketika kadar gula darah kembali normal dan dapat dipertahankan minimal tiga bulan tanpa obat, selama pola hidup sehat dijalankan,” katanya.


Brand Manager Tropicana Slim, Noviana Halim, juga menyampaikan bahwa perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam pengelolaan diabetes. “Dengan pengelolaan yang tepat dan konsisten, diabetes dapat mencapai kondisi remisi. Ini menjadi harapan baru bagi masyarakat,” ujarnya.


Selain edukasi, acara ini juga menjadi momentum peluncuran inovasi terbaru berupa Tropicana Slim Diabtx Milk. Produk susu ini diformulasikan dengan kandungan protein tinggi, serat multifiber, serta bahan seperti habbatussauda, kromium, dan biotin yang diklaim membantu mengontrol kadar gula darah jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat.


Founder Komunitas Sobat Diabet, dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, turut menekankan pentingnya pendekatan nutrisi dalam pengelolaan diabetes. Ia menjelaskan bahwa pola makan seimbang dengan asupan serat, protein, serta mikronutrisi seperti kromium dan biotin dapat membantu menjaga kontrol glikemik dan mendukung penurunan berat badan.


Sementara itu, Lilla Syifa, seorang pejuang remisi diabetes, berbagi pengalaman pribadinya dalam menjaga pola makan. Ia menekankan pentingnya sarapan bernutrisi untuk menjaga kestabilan gula darah sepanjang hari dan mengurangi keinginan mengonsumsi makanan manis.


Melalui kampanye ini, Tropicana Slim berharap dapat terus menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Indonesia menuju hidup yang lebih sehat. Selain itu, perusahaan juga bekerja sama dengan platform e-commerce Shopee untuk memudahkan akses produk sehat melalui berbagai promo dan program gratis ongkir.


Sebagai informasi, Tropicana Slim telah lebih dari 50 tahun menghadirkan berbagai produk rendah gula, garam, dan lemak untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.


Dengan penyelenggaraan di puluhan kota, Beat Diabetes 2026 diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus menginspirasi masyarakat untuk menerapkan perubahan kecil yang konsisten demi mencegah dan mengelola diabetes.




Kamis, 05 Maret 2026

BTM Back to Moro Spesial Ramadhan Edition Hadir di Purwokerto, Bazar Pakaian Terbesar Se-Banyumas Digelar 12–18 Maret 2026

EVENT PURWOKERTO – Menyambut Ramadan dan persiapan Lebaran 2026, ajang belanja tahunan bertajuk BTM Back to Moro “Spesial Ramadhan Edition” siap digelar di EX MORO Mall Purwokerto (Expo Exmoro) pada 12–18 Maret 2026.Event ini diklaim sebagai bazar pakaian terbesar se-Banyumas dengan menghadirkan lebih dari 50 tenant dari berbagai kota.

Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB dan gratis tanpa tiket masuk (Free HTM). Pengunjung dapat berburu aneka produk fashion dengan harga mulai Rp25 ribuan, mulai dari kaos, kemeja, hijab, celana, jaket, hingga berbagai item streetwear yang tengah tren di kalangan anak muda.
50+ Seller dan Zona Kuliner Ramaikan Expo Exmoro

Tak hanya menghadirkan tenant fashion, panitia juga menyiapkan zona kuliner yang menawarkan beragam pilihan makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Konsep ini dihadirkan agar pengunjung dapat menikmati pengalaman belanja sekaligus bersantai bersama keluarga maupun teman.
“Belanjanya makin seru karena ada live music performance setiap hari selama acara berlangsung,” tulis panitia dalam keterangan resminya.
Dimeriahkan Live Music dan Komunitas Lokal

Atmosfer bazar akan semakin hidup dengan penampilan sejumlah musisi dan komunitas lokal, di antaranya Oqinawa, LDX – Joel x B2B Kimio, Puerto Rico, Bastard Boys, Serayu Klab, The Sisa, TKW Band, EGZY, UKM Master, hingga Auliyaa’s.

Acara juga menggandeng berbagai komunitas seperti Doodle Art Purwokerto, RNKD, hingga Team Skid Kuasai yang turut berkolaborasi memeriahkan rangkaian kegiatan.

Dua MC, Jijang dan Helga, dijadwalkan memandu jalannya acara setiap hari untuk menjaga interaksi dan antusiasme pengunjung.
Momentum Belanja Ramadan 2026 di Purwokerto

Dengan mengusung konsep “Back to Moro”, event ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan eks pusat perbelanjaan legendaris di jantung Kota Purwokerto. Selain sebagai ajang belanja murah, kegiatan ini juga menjadi ruang temu kreatif bagi pelaku UMKM, komunitas, hingga pecinta fashion di wilayah Banyumas dan sekitarnya.

Bagi warga Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Cilacap, hingga Banjarnegara, bazar ini bisa menjadi alternatif destinasi ngabuburit sekaligus berburu outfit Lebaran tanpa menguras dompet.

Informasi Event

Nama Event: BTM Back to Moro “Spesial Ramadhan Edition”
Tanggal: 12–18 Maret 2026
Waktu: 09.00–22.00 WIB
Lokasi: EX MORO Mall Purwokerto (Expo Exmoro)
Tiket Masuk: Gratis (Free HTM)

Masyarakat diimbau datang lebih awal, terutama menjelang akhir pekan, untuk menghindari kepadatan pengunjung.

Untuk update agenda event terbaru di Purwokerto dan sekitarnya, pantau terus kanal informasi di eventpurwokerto.com.