EVENT PURWOKERTO — Kesenian tradisi yang sarat energi dan makna akan hadir dalam rangkaian BanyumasCulture Festival menyambut Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455. Salah satu sajian yang tampil adalah Ebeg Garap Fragmen Tari “Sirnaning Angkara Murka” yang dibawakan dalam kolaborasi Beruk Budoyo.
Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Februari pukul 14.00 WIB di Heterospace Purwokerto. Kolaborasi tersebut melibatkan kelompok Satria Turangga Kencana dan Turonggo Jati Pabuaran, yang dikenal aktif melestarikan kesenian ebeg dan jaranan khas Banyumas.
Fragmen tari “Sirnaning Angkara Murka” mengangkat pesan moral tentang sirnanya sifat angkara murka atau kejahatan dalam diri manusia. Tema ini divisualisasikan melalui gerak dinamis, ekspresi teatrikal, serta iringan musik tradisional yang menghentak.
Ebeg atau kuda lumping Banyumasan dalam garapan ini tidak hanya menampilkan unsur tradisi, tetapi juga pendekatan dramatik berbentuk fragmen cerita. Hal tersebut menjadikan pertunjukan lebih komunikatif dan mudah dipahami penonton, tanpa meninggalkan karakter magis dan simbolik yang menjadi ciri khasnya.
Kehadiran kolaborasi Beruk Budoyo dalam festival budaya ini memperlihatkan semangat pelaku seni daerah untuk terus berinovasi. Pementasan ini sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi generasi muda agar lebih mengenal kesenian tradisional Banyumas.
Banyumas Culture Festival menghadirkan
berbagai ragam seni pertunjukan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
Melalui panggung ini, ebeg tidak hanya menjadi tontonan atraktif, tetapi juga
media penyampai nilai kehidupan dan identitas budaya masyarakat Banyumas.
