EVENT PURWOKERTO — Pertunjukan kolosal Sendratari Jagabaya “Elegi Lembah Narmada”
menjadi salah satu sajian istimewa dalam rangkaian Banyumas Culture Festival menyambut Hari Jadi Kabupaten
Banyumas ke-455. Pentas ini menggabungkan unsur tari, teater, musik, dan
dramatika panggung dalam satu pertunjukan budaya yang megah.
Pementasan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Februari pukul 20.15 WIB di Heterospace Purwokerto. Pertunjukan ini
dibawakan oleh Jagabaya Nuswantara,
kelompok seni yang dikenal menghadirkan karya berbasis cerita heroik dan
nilai-nilai kearifan lokal.
Sendratari ini disutradarai oleh Ridwan Bungsu, dengan naskah ditulis oleh Jarot C. Setyoko. Kekuatan artistik didukung
tim kreatif, di antaranya Roshvania
(astrada), Pipit (produksi), Ardi Rusli (penata musik), dan Sulaiman Sumantri (penata tari). Sejumlah
penampil yang terlibat antara lain Aji
Citravati, Zahra Arjuna Sasra, Seno Citradarma Sapto, Hafiz Beruk, Jangsrasa,
Sulaiman Darmawisesa, serta pemeran tokoh-tokoh seperti Rahwana, Godarma, Eje, Cakil, Prabu Brahola,
dan Bima.
“Elegi Lembah Narmada” mengangkat kisah
dramatik bernuansa epik yang sarat konflik, pengorbanan, dan nilai
kepemimpinan. Balutan koreografi, tata musik, serta karakter teatrikal membuat
pertunjukan ini tampil sebagai tontonan visual sekaligus refleksi nilai
kehidupan.
Kehadiran Sendratari Jagabaya dalam Banyumas
Culture Festival menunjukkan kekayaan seni pertunjukan daerah yang terus
berkembang. Tidak hanya menampilkan tradisi, pementasan ini juga menghadirkan
kemasan artistik modern sehingga mampu menjangkau penonton lintas generasi.
Festival budaya tahunan ini menjadi ruang
apresiasi bagi para pelaku seni Banyumas untuk menampilkan karya terbaiknya.
Melalui panggung ini, diharapkan seni pertunjukan seperti sendratari semakin
dikenal luas sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
.jpeg)
Instagram
X
Facebook
0 comments:
Posting Komentar