EVENT PURWOKERTO — Kesenian tradisional Banyumasan kembali
mendapat panggung istimewa dalam rangkaian Banyumas
Culture Festival menyambut Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455. Salah
satu penampilan yang menjadi sorotan adalah Dagelan Calung “Daglung Asmara Suta (Legenda Baturaden)”
dari Sanggar Seni Samudera.
Pertunjukan ini dijadwalkan tampil pada Minggu, 15 Februari, pukul 19.00 WIB di Heterospace Purwokerto. Pementasan
tersebut mengangkat kisah legenda lokal yang dikemas dalam bentuk dagelan khas
Banyumas dengan sentuhan teater modern.
Sekretaris Umum sekaligus Wakil Ketua Dewan
Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB), Djarot
C. Setyoko, menyampaikan bahwa dagelan calung termasuk salah satu
kesenian unggulan daerah yang memiliki daya tarik kuat.
“Dagelan calung, sama dengan sendratari
Jayabaya, termasuk unggulan. Dalam beberapa kali pementasan, pertunjukan ini
sangat menarik. Kami berharap dalam waktu dekat semakin diminati masyarakat,”
ujarnya saat jumpa pers kamis (5/2/2026) di Heterospace Purwokerto.
Ia menambahkan, karya dari Sanggar Seni
Samudera ini perlu terus diperkenalkan lebih luas agar kesenian khas Banyumas
tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Dagelan calung “Daglung” sendiri masih
tergolong baru. Hingga kini, pertunjukan tersebut baru dipentaskan sekitar dua
hingga tiga kali dengan dukungan pembiayaan yang masih sederhana. Meski
demikian, konsep pertunjukan dinilai kuat karena memadukan bahasa campuran Banyumasan dan Bahasa Indonesia
dengan iringan musik calung yang
menjadi identitas budaya lokal.
Berbeda dengan dagelan tradisional pada
umumnya, Sanggar Seni Samudera yang selama ini dikenal berfokus pada teater
mencoba menghadirkan pendekatan dramatikal yang lebih terstruktur. Unsur komedi
rakyat tetap dipertahankan, namun dikemas dalam alur cerita yang utuh dan artistik.
Dari empat agenda unggulan seni yang
ditampilkan dalam festival budaya tahun ini, Daglung disebut sebagai salah satu yang paling potensial
untuk dikembangkan. Kesenian dagelan Banyumasan dinilai memiliki ruang besar
untuk tumbuh sebagai tontonan sekaligus tuntunan, terutama bagi generasi muda.
Melalui panggung Banyumas Culture Festival,
para pelaku seni berharap dagelan calung tidak hanya menjadi hiburan, tetapi
juga sarana pelestarian bahasa, musik tradisional, serta cerita rakyat
Banyumas.
.jpeg)
Instagram
X
Facebook
0 comments:
Posting Komentar