Jerami Fest 5 Digelar di Pangebatan, Angkat Pesan Merawat Budaya dan Ibu Pertiwi

 

EVENT BANYUMAS — Jerami Fest 5 akan digelar di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu, 19 September 2026. Mengusung tema “Memayu Hayuning Bawono” dengan semangat “Nandur Katresnan, Ngrumat Ibu Pertiwi”, festival ini memadukan kegiatan seni, tradisi, kreativitas, dan keterlibatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan disiapkan sejak pagi hingga malam. Tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya, Jerami Fest 5 juga memberikan ruang bagi anak-anak dan masyarakat untuk terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif.

Agenda pagi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan diawali dengan slametan dan opening ceremony Jerami Fest 5, kemudian dilanjutkan Festival Boneka Jerami, Gladen Alit Jemparingan, serta lomba mewarnai kategori PAUD dan TK.

Lomba mewarnai berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB di Lapangan Desa Pangebatan. Peserta berkesempatan memperoleh trofi dan piagam dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.

Pendaftaran lomba dibuka pada 12–18 September 2026 hingga pukul 14.00 WIB. Biaya yang dikenakan sebesar Rp5.000, berupa penggantian kertas gambar, sedangkan peserta dapat menggunakan pewarna bebas.

Informasi dan konfirmasi pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp 0813-8903-1789.(Kang Yono)

Festival Boneka Jerami dan Karya Kreatif

Memasuki siang hari, rangkaian festival berlanjut pada pukul 12.00–15.00 WIB melalui agenda penjurian lomba dan pajang karya Festival Boneka Jerami.

Boneka jerami menjadi salah satu elemen penting dalam festival. Material yang dekat dengan kehidupan masyarakat agraris tersebut diolah menjadi bagian dari karya kreatif, sekaligus memperkuat identitas festival yang membawa pesan tentang hubungan manusia, budaya, dan lingkungan.

Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat hasil kreativitas peserta setelah proses perlombaan berlangsung.

Pagelaran Budaya pada Malam Hari

Puncak rangkaian Jerami Fest 5 berlangsung pada malam hari. Acara dijadwalkan mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WIB di Lapangan Desa Pangebatan.

Rangkaian malam meliputi pembukaan Jerami Fest, Jamas Perkakas Tani, Pagelaran Kolosal Cowongan, dan penutupan.

Pagelaran Kolosal Cowongan menjadi salah satu agenda utama dalam festival. Pertunjukan tersebut akan melibatkan sejumlah pelaku seni, di antaranya Titut Cowongsewu, Tri Indrawati, Trika, Eka Risma, Sekar, Sandy Ujung Kuku, Rodjie Band, Sugiarto, Emir, Nadia, Sabar Laras, Ambarwati, serta Yono Biola Hitam.

Kehadiran berbagai penampil tersebut mempertemukan kesenian tradisional dan pertunjukan hiburan dalam satu panggung. Sementara Jamas Perkakas Tani menjadi bagian dari rangkaian yang menegaskan keterkaitan festival dengan kehidupan agraris masyarakat.

Merawat Budaya, Menjaga Ibu Pertiwi

Melalui tema Memayu Hayuning Bawono, Jerami Fest 5 membawa gagasan tentang upaya menjaga keseimbangan kehidupan dan lingkungan. Pesan tersebut diperkuat dengan semangat Nandur Katresnan, Ngrumat Ibu Pertiwi.

Rangkaian kegiatan dari pagi hingga malam dibuat dengan melibatkan berbagai kelompok, mulai dari anak-anak peserta lomba, komunitas seni, hingga masyarakat umum. Dengan format tersebut, festival tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang perjumpaan antara kreativitas, tradisi, dan kehidupan masyarakat.

Jerami Fest 5 sekaligus memperlihatkan bagaimana material yang sederhana seperti jerami dapat menjadi bagian dari ekspresi budaya dan karya seni. Festival mengemas unsur tersebut bersama permainan tradisional, kreativitas anak, kesenian, serta pertunjukan budaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti rangkaian kegiatan, Jerami Fest 5 berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026 di Lapangan Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Agenda dimulai sejak pukul 08.00 WIB, sementara pagelaran utama malam hari berlangsung mulai 19.30 WIB hingga selesai.

Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang hari, Jerami Fest 5 menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati pertunjukan sekaligus mengenal kembali nilai-nilai budaya dan pesan merawat lingkungan yang menjadi dasar penyelenggaraannya.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama