EVENT BANYUMAS — Masa depan kawasan Gunung Slamet menjadi perhatian dalam diskusi publik “Nyupang Slamet” yang digelar di Joglo Selipan, Desa Tambaksogra, Kabupaten Banyumas, Sabtu (3/10/2026) malam. Forum ini mempertemukan sejumlah komunitas lingkungan, pemuda, tokoh masyarakat, dan pemerhati Gunung Slamet untuk membahas isu kelestarian kawasan pegunungan tersebut.
Diskusi bertajuk “Nyuwun Pangeran Ben Slamet” tersebut dimulai pukul 18.30 WIB. Kegiatan diselenggarakan SETAN KOBER Gunung Slamet (Sekutu Hutan Kolaborasi Bersama) bersama sejumlah komunitas dan kelompok yang bergerak dalam isu lingkungan.
Forum menghadirkan enam panelis, yakni Ki Suroso Abdul Rozak dari LPP PWNU Jawa Tengah, Ki Sudiyanto selaku sepuh Gunung Slamet Sumbang, Haikal dari Pemuda Pemudi Mengabdi Banyumas, Furqon dari Peduli Lingkungan Purbalingga, Budi Arie Tartanto dari Save Slamet, serta Era dari Presidium Gunung Slamet menuju Taman Nasional.
Pembahasan dalam forum diarahkan pada kondisi dan keberlanjutan Gunung Slamet. Kehadiran perwakilan dari sejumlah komunitas menunjukkan adanya ruang dialog lintas kelompok untuk membicarakan lingkungan, masyarakat, serta masa depan kawasan Gunung Slamet.
Dorong Kolaborasi Menjaga Gunung Slamet
Kegiatan tersebut melibatkan PPM Banyumas, Peduli Lingkungan Purbalingga, Save Slamet, Hijaukan Aksimu, serta Presidium Gunung Slamet menuju Taman Nasional.
Selain diskusi publik, kegiatan juga menyediakan sejumlah fasilitas bagi peserta, termasuk e-sertifikat dan ruang diskusi. Materi publikasi kegiatan turut mencantumkan unsur riset ilmu sebagai bagian dari fasilitas yang ditawarkan.
Melalui forum “Nyupang Slamet”, penyelenggara mempertemukan berbagai perspektif mengenai Gunung Slamet dalam satu ruang diskusi. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antarkelompok yang memiliki perhatian terhadap kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Slamet.
