Diskusi Terbuka “Masih Gunung Slamet”, Ajak Publik Menggali Riset dan Masa Depan Pelestarian Alam

EVENT BANYUMAS — Gunung Slamet bukan hanya tentang pendakian dan keindahan alam. Di balik bentang hutannya, terdapat persoalan lingkungan, kekayaan pengetahuan lokal, serta upaya konservasi yang membutuhkan perhatian bersama. Isu tersebut akan menjadi pembahasan dalam diskusi terbuka bertajuk “Masih Gunung Slamet” yang dijadwalkan berlangsung di Baturraden Adventure Forest, Banyumas.

Kegiatan ini akan digelar pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB. Mengusung konsep diskusi diiringi api unggun, acara tersebut membuka ruang pertemuan antara warga lokal, peneliti, pegiat lingkungan, dan masyarakat umum untuk bertukar pandangan mengenai Gunung Slamet.

Forum ini menjadi kesempatan bagi publik untuk melihat Gunung Slamet dari berbagai sudut pandang, mulai dari pengalaman masyarakat yang tinggal di sekitarnya hingga hasil riset dan gagasan mengenai pelestarian kawasan pegunungan.

Menggabungkan pengetahuan lokal, riset, dan konservasi

Berdasarkan informasi penyelenggara, peserta akan memperoleh wawasan dari warga lokal Gunung Slamet, mempelajari riset mengenai kawasan tersebut, serta berdiskusi dengan para penggagas Taman Nasional Gunung Slamet.

Diskusi juga membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan argumen dan bertukar gagasan bersama tokoh-tokoh yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan.

Pendekatan ini penting karena upaya menjaga kelestarian alam tidak cukup hanya mengandalkan satu sudut pandang. Pengalaman masyarakat setempat, pengetahuan ilmiah, serta keterlibatan pegiat konservasi dapat menjadi bahan untuk memahami tantangan lingkungan secara lebih menyeluruh.

Melalui forum tersebut, peserta diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai Gunung Slamet sekaligus memahami pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Hadirkan pembicara dari berbagai daerah

Diskusi “Masih Gunung Slamet” menghadirkan sejumlah pembicara dari latar belakang dan daerah berbeda. Nama-nama yang tercantum dalam poster kegiatan antara lain Ki Sudiyanto dari PKBM Kotayasa, Mbah Dipo dari Yogyakarta, Candra Diki dari Jaga Rimba Indonesia, Tiwit Y. Hartono dari PPA Raden Pala, Era Prima dari Sambas Hulu, Sisik Naga dari Purbalingga, Amin Riyanto dari BASARNAS Cilacap, Giyo dari PPA Mayapada, serta Andi Rustono dari Presidium Gunung Slamet Menuju Taman Nasional di Pemalang.

Kehadiran para pembicara tersebut diharapkan memperkaya pembahasan melalui pengalaman, pandangan, dan perhatian mereka terhadap lingkungan serta kawasan Gunung Slamet.

Selain diskusi, kegiatan ini juga mencantumkan agenda edukasi, workshop, dan survival. Rangkaian tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam dalam suasana alam terbuka.

Terbuka untuk umum dan gratis

Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah kesempatan bagi masyarakat luas untuk ikut serta tanpa biaya masuk. Penyelenggara mengundang siapa saja yang ingin menambah pengetahuan, menyampaikan pendapat, atau mengikuti perkembangan isu lingkungan Gunung Slamet.

Kegiatan akan berlangsung di Baturraden Adventure Forest pada 16 November 2026, mulai pukul 19.00 WIB. Informasi konfirmasi kehadiran tersedia melalui kode QR pada poster resmi, dengan petunjuk mengirimkan pesan berisi perkenalan nama dan asal.

Diskusi “Masih Gunung Slamet” diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan yang mempertemukan pengetahuan lokal, riset, dan kepedulian terhadap lingkungan. Sebab, menjaga masa depan Gunung Slamet bukan hanya urusan mereka yang tinggal di lerengnya, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk merawat alam bagi generasi mendatang.


 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama