Biyung Bergerak Akan Gelar Aksi Damai di Purwokerto, Suarakan Persoalan Dapur hingga Lingkungan


EVENT PURWOKERTO — Komunitas perempuan Biyung Bergerak akan menggelar aksi damai bertajuk “Suara Ibu untuk Negeri” di depan Patung Kuda Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2026). Aksi yang akan dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi ruang bagi perempuan dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mengenai persoalan sosial-ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan keluarga.

Melalui kegiatan ini, Biyung Bergerak menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari meningkatnya beban kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan, akses layanan kesehatan, hingga ancaman kerusakan lingkungan. Komunitas tersebut menilai berbagai persoalan itu tidak dapat dipisahkan dari kebijakan publik yang memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari.

Aksi damai ini tidak hanya akan diisi dengan penyampaian aspirasi melalui orasi, tetapi juga ekspresi seni dan budaya. Berdasarkan informasi penyelenggara, rangkaian kegiatan meliputi pembacaan puisi, pertunjukan musik, aksi teatrikal, serta live painting atau melukis secara langsung.

Berangkat dari Keresahan Sehari-hari

Biyung Bergerak lahir dari keresahan perempuan terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Kenaikan harga kebutuhan pokok, mahalnya biaya pendidikan, persoalan layanan kesehatan, serta kerusakan lingkungan menjadi beberapa isu yang mendorong komunitas ini membangun ruang bersama untuk berdiskusi dan menyampaikan pendapat.

Bagi komunitas tersebut, persoalan politik dan kebijakan publik bukan hanya urusan pemerintah, parlemen, atau kelompok yang berada di lingkar kekuasaan. Keputusan yang diambil melalui kebijakan publik juga berkaitan erat dengan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk urusan dapur, pendidikan anak, pekerjaan, kesehatan, dan lingkungan tempat tinggal.

Pandangan itu menjadi salah satu landasan Biyung Bergerak dalam mendorong perempuan agar lebih memahami persoalan publik. Perempuan, menurut komunitas ini, bukan sekadar pihak yang menerima dampak kebijakan, melainkan juga warga negara yang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, mengkritisi keputusan pemerintah, dan ikut mengawasi jalannya pemerintahan.

Biyung Bergerak juga menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan ruang bagi sekelompok orang yang merasa paling memahami persoalan bangsa. Komunitas ini ingin membangun ruang belajar, berdiskusi, dan saling menguatkan agar perempuan dapat lebih terlibat dalam percakapan mengenai kehidupan sosial dan kebangsaan.

Seni sebagai Medium Penyampaian Aspirasi

Pemilihan seni sebagai bagian dari aksi menjadi salah satu cara untuk menyampaikan keresahan masyarakat melalui pendekatan yang terbuka dan partisipatif. Puisi, musik, pertunjukan teatrikal, dan lukisan langsung akan menjadi medium untuk mengartikulasikan pengalaman serta pandangan peserta terhadap berbagai persoalan publik.

Melalui pendekatan tersebut, aksi damai tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan menyampaikan tuntutan, tetapi juga sebagai ruang pertemuan bagi perempuan dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan lingkungan sosialnya.

Penyelenggara mengajak para ibu, perempuan, serta siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Aksi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (7/11/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, di depan Patung Kuda Unsoed, Purwokerto.

Melalui gerakan “Suara Ibu untuk Negeri”, Biyung Bergerak ingin menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam persoalan publik dapat dimulai dari pengalaman paling dekat dengan kehidupan mereka. Persoalan rumah tangga, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan merupakan bagian dari kepentingan bersama yang juga layak mendapat perhatian dalam pengambilan kebijakan.


 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama